PENGERTIAN DISKON


Pengertian-Pemberian-Perhitungan-Diskon-1

Diskon disebut juga rabat. Para pedagang kresit sering menyebutnya dengan korting. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, diskon berarti potongan harga. Menurut sudut pandang keuangan diskon merupakan potongan bunga bagi nasabah yang meminjam uang di bank. Besaran diskon biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase, jarang diskon dinyatakan dalam bentuk rupiah. Diskon diberikan pada umumnya 20%, 30%, 50%, dan 70%. Mengenai persentase diskon terdapat pengertian sebagai berikut :

  • Persen (%) per 100
  1. P% = P/100, contoh 5% = 5/100
  2. Persentase dari modal (M) = P/100 X M

Contoh 5% dari 100.000 + 5/100X100.000

= 5.000

  • Persen dapat dinyatakan dalam pecahan decimal dan pecahan biasa
  1. 75% = 75/100 = 0,75 = 3/4
  2. 20% = 20/100 = 0,2 = 1/5
  3. 80% = 80/100 = 0,8 = 4/5
  4. 100% = 100/100 = 1

Diskon seringkali digunakan oleh penjual untuk menarik pembeli agar membeli produk yang ditawarkan. Penjual dalam mensosialisasikan produk diskon selalu dirancang sedemikian rupa supaya banyak pembeli dapat melihatnya. Calon pembeli yang belum mengetahui program diskon langsung dari tokonya, dapat mengetahui program diskon melalui media cetak maupun elektronik. Penjual dalam menerapkan diskon tentunya telah diperhitungkan dengan bijaksana. Jangan sampai program diskon mendatangkan kerugian bagi penjual. Produsen menyelenggarakan program diskon dengan harapan dapat meningkatkan penjualan. Oleh karena itu, produsen harus merancang program diskon sedemikian rupa, sehingga konsumen menjadi tertarik. Memahami perilaku konsumen merupakan penunjang keberhasilan program diskon agar program diskon tersebut tepat sasaran. Seorang produsen yang memahami bagaimana konsumen akan bereaksi terhadap harga atau diskon yang ditawarkan, berarti produsen tersebut mebih baik dari produsen-produsen lain yang menjadi pesaingnya.

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan konsumen serta faktor-faktor yang mempengaruhi pada waktu ia mengambil keputusan untuk membeli atau tidak suatu produk. Faktor-faktornya adalah sebagai berikut :

  • Faktor kebudayaan
  • Faktor sosial (kelompok referensi, keluarga, peran, status)
  • Faktor pribadi (umur, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri)
  • Faktor psikologis (motivasi, persepsi, proses belajar, kepercayaan, sikap)

Perilaku konsumen tidak hanya mempelajari apa yang dibeli atau dikonsumsi, akan tetapi juga di mana, bagaimana kebiasaannya, dan dalam kondisi apa produk itu dibeli.

Keputusan Pembeli

Keputusan pembelian merupakan sikap seseorang untuk membeli atau menggunakan suatu produk yang telah diyakini untuk memuaskan dirinya dan kesedian menanggung resiko yang mungkin ditimbulkan. Proses pengambilan keputusan pembelian sangat dipengaruhi perilaku konsumen, proses tersebut perupakan proses pendekatan penyelesaian yang tersiri dari enam tahap., yaitu :

  1. Menganalisis kebutuhan dan keinginan
  2. Menilai sumber-sumber
  3. Menetapkan tujuan pembelian
  4. Mengidentifikasi alternative pembelian
  5. Keputusan pembelian
  6. Perilaku sesudah pembelian

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

  • Lokasi yang strategis
  • Pelayanan (service)
  • Desain
  • Tenaga kerja
  • Harga
  • Pengiklanan
  • Penggolongan barang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: