TIPS DAN TRIK MENGHUKUM SAMBIL TERTAWA


burnet

Seorang guru tidak boleh serta merta memberikan hukuman kepada siswa karena dorongan ketersinggungannya. Sebab, hal ini, hanya memperlihatkan kepada siswa bahwa gurunya lemah dalam pengendalian emosi. Guru yang menghukum pelanggar sambil marah marah dan mukanya merah padam, beberapa saat memang bisa membuat anak-anak terdiam. Akan tetapi, mereka akan menertawakan gurunya setelah kegiatan belajar usai. Guru yang marah sampai mukanya merah padam, oleh alam bawah sadar siswa akan dianggap sebagai titik lemah dan kekalahan seorang guru di hadapan keadaan.

Peraturan yang unik dan sederhana lebih mudah mempengaruhi siswa daripada peraturan yang panjang, meskipun terlihat detail. Banyak sekali peraturan sekolah yang membutuhkan penyederhanaan agar mudah dipahami dan dijadikan sebagai alat kontrol. Peraturan yang mengandung unsur unik juga memancing rasa penaasaran siswa sehingga keterkaitan anak untuk merapkannya dalam kegiatan sehari-hari semakin besar. Jika anak sudah tertarik maka kemungkinan melibatkan anak dalam penegakan peraturan itu lebih besar.

Pelanggaran biasanya muncul karena rendahnya rasa memiliki terhadap peraturan sekolah. Pelanggar peraturan menganggap bahwa peraturan sekolah itu untuk orang lain, bukan untuk dirinya. Salah satu cara meningkatkan rasa memiliki adalah dengan memperbanyak keterlibatan siswa. Untuk itu, libatkanlah siswa dalam penegakan peraturan dengan memberikan mereka peran tertentu. Pelibatan yang memiliki kesan mendalam adalah pelibatan yang didasari kepercayaan, bukan sekedar formalitas. Orang yang diberi kepercayaan dengan sendirinya akan termotivasi untuk berbuat sebaik mungkin demi menjaga kepercayaan itu.

Semua guru tentunya sepakat bahwa siswa yang asyik bermain sendiri di saat pelajaran berlangsung aadalah disrupsi dari dalam yang bisa mengganggu proses belajar. Ini bisa merugikan siapa saja. Bukan hanya para siswa dan guru yang ada di dalam kelas, orang tua yang di rumah pun akan dirugikan. Dalam kondisi seperti itu, guru dihadapkan dengan kondisi yang dilematis. Kalau guru fokus untuk meluruskan sikap siswa itu, resikonya akan banyak waktu yang hilang. Sebaliknya, jika guru membiarkan pelanggaran terus berlangsung, konsentrasi para siswa yang lain akan turun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: