MENGASAH NEGOSIASI


114

Mengasah Komitmen

Yosi Novlan dan N. Faqih Syarif H mendefinisikan komitmen adalah keyakinan dasar yang mengikat sedemikian kukuhnya sehingga membelenggu seluruh hati nuraninya dan kemudian menggerakkan perilaku menuju kearah tertentu yang diyakininya. Berikut cara membangun komitmen sebagai negosiator :

  • Yakini bahwa pekerjaan sebagai negosiator adalah pekerjaan penting. Tanpa ada kegiatan negosiasi, suatu usaha tidak akan pernah menghasilkan keuntungan yang optimal
  • Yakini bahwa pekerjaan sebagai negsiator menjanjikan masa depanyakini bahwa semua pekerjaan pasti mempunyai risiko
  • Yakini bahwa pekerjaan apa pun bila dilaksanakan dengan tidak sepenuh hati hasilnya pasti tidak maksimal
  • Yakini bahwa ketika mengalami kegagalan dan tantangan hanyalah sebuah ujian, dan sebaliknya bila menemukan keberhasilan hanyalah sebuah ujian

Mengasah Etos Belajar

Andreas Harfera membagi dua proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran melalui hal-hal yang menyenangkan dan sebaliknya proses pembelajaran melalui hal-hal yang menderitakan. Andreas Harfera memberi jalan pemikiran dengan cara menggeser paradigm yang bersifat esensial dan eksistensial, yang prosesnya pastilah tidak menyenangkan, yakni harus melalui disiplin dalam penderitaan. Pergeseran tersebut bisa dilakukan dengan dua cara yaitu dilakukan secara sadar, sukarela, dan proaktif antisipatif, atau dilakukan secara terpaksa yang umumnya dipicu oleh peristiwa traumatis. Ini semua sebenarnya menyanggut tentang bagaimana kita mengambil hikmah dari sesuatu. Hikmah adalah esensi dari proses konversi dari realitas atau fakta menjadi nilai.

Mengasah Kepekaan

Budayawan Ronggo Warsito merekomendasikan agar orang itu “eling lan waspodho” (manusia harus selalu ingat tentang segala sesuatu dan waspada terhadap segala kemungkinan). Sunan Kalijaga salah seorang wali da’i jawa memperoleh kepekaan spiritualnya setelah melalui tapabrata (bersemedi di pinggir kali). Sedangkan nabi Ibrahim AS memperoleh kesadaran keimanannya dengan cara mempertanyakan segala sesuatu cara terakhir ini yang paling efektif dan sederhana yang dapat dilakukan oleh manusia di zaman sekarang. Hakikat dari bertanya sesungguhnya adalah keiatan mengidentifikasi atau memaknai segala seuatu. Kepekaan memaknai sesuatu itu dapat meliputi 3 macam, yaitu :

  • Kecepatan memaknai
  • Ketepatan
  • Variasi

Mengasah Optimisme

Peter lauster merinci 10 petunjuk untuk membangkitkan optimism melalui mengatasi pesimisme :

  • Kalau anda semakin mengharapkan kegagalan maka semakin besar kemungkinan anda ditimpa kegagalan sebagai akibat pengharapan anda yang negatif
  • Cobalah mencari sesuatu yang positif walaupun dalam kegiatan yang tak menyenangkan
  • Cobalah menerima kegagalan dengan rasa humor
  • Jangan memikirkan persoalan anda terlalu dalam
  • Dalam situasi bagaimana pun cobalah mendapatkan sikap positif
  • Jangan menggunakan pesimisme anda sebagai penyangga untuk melinduni anda dari kekecewaan yang mungkin terjadi
  • Kalau anda gagal memcahkan persoalan jangan dihiraukan berapa banyak kesalahan, tapi carilah pecahan yang benar
  • Dalam waktu senggang cobalah anda menemui orang orang yang optimis dan perhatikan tingkah laku mereka
  • Selalu ingat bahwa pesimisme bukan sifat bawaan
  • Jika sikap optimisme mengakibatkan kesuksesan, maka berilah penghargaan kepada kenyataan bahwa karena optimislah anda berhasil

Mengasah Sumber-Sumber Ketenangan

Dr. Djamaluddin Ancok menegaskan bahwa kecemasan diperlukan dalam kehidupan. Tingkat kecemasan yang terlalu rendah akan membuat orang tidak termotivasi untuk belajar lebih keras, sedangkan tingkat kecemasan yang tinggi akan membuat orang mengalami hambatan mental yang mempersulit masuknya pelajaran ke dalam ingatan. Berikut cara mengelola kecemasan hingga membuahkan ketenangan :

  • Yakinlah bahwa tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya
  • Yakinlah bahwa kalah dan menang dalam kehidupan ini adalah sebuah hal yang biasa
  • Gunakan rasa cemas untuk membuat kita tetap waspada, teliti, dan disiplin pada rencana yang telah disusun
  • Bila kecemasan sudah mulai mengganggu pikiran sehingga konsentrasi tdak fokus lagi, cepatlah mencari kegiatan lain untuk memperbaikinya
  • Yakinlah bahwa tuhan membimbing niat baik seseorang dalam pekerjaannya

Mengasah Jiwa Alturisme Utnuk Mengikis Egoisme

Seorang negosiator bukan pemain tunggal dalam pekerjaannya. Ia selalu berhubungan dengan orang lain sebagai lawan negosiasi, namun juga berhubungan dengan sesame dalam internal kelompoknya. Kadangkala seseorang menilai dirinya jauh lebih tinggi dari yang sebenarnya, sehingga memandang rendah orang lain. Itu artinya egoism harus ditekan sekuat mungkin agar berada dalam wilayah keseimbangan. Lawan dari egoisme adalah alturisme. Tabiat yang menghargai orang lain, mementingkan orang lain di atas kepentingannya. Namun alturisme yang ekstrim juga mengakibatkan keburukan. Lauster menyodorkan 10 nasehat utnuk mengatasi egoism :

  • Alturisme jangan dikacaukan dengan kerendahan hati yang berlebihan
  • Cobalah mempertahankan hak anda sendiri di samping mempertahankan hak setiap manusia
  • Orang yang mementingkan diri sendiri bukanlah orang sabar yang lemah
  • Tidak terbawa egoism persaingan
  • Kurangi rasa iri
  • Perjuangan untuk mencapai puncak karir dalam pekerjaan cenderung mendorong egoisme
  • Egoisme berkurang jika anda berempati
  • Kurangi pikiran untuk menceri keuntungan semata
  • Turunkan kecemasan akibat egoism
  • Percaya diri dan optimisme

Mengasah Taktik Untuk Mempertajam Visi

Seorang negosiator sejati bukan hanya sekedar melaksanakan tugas-tugas rutin untuk mencapai target bagi perusahaan atau organisasinya, namun juga mempunyai hitungan sampai berapa jauh target tersebut mempunyai kontribusi terhadap visi organisasi.

Mengasah Sumber-Sumber Networking

Energi sebuah usaha adalah relasinya dengan lingkungannya. Apalagi bagi seorang negosiator, relasi adalah ruh dari aktivitasnya. Mengasah sumber-sumber networking dapat dilakukan melalui dua cara :

  • Pendekatan looking for
  • Pendekatan to create

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: