BINGKAI KONSEPTUAL LOBBING


Wilfrida

Pentingnya Lobi

Kegiatan lobbying merupakan aktivitas komunikasi yang memilikibanyak tujuan, antara lain; membangun saling mengertian (mutual of understanding) yang berarti upaya untuk memahami apa yang dipersepsikan orang lain terhadap kita, memahami apa yang diinginkan, yang tidak diinginkan, yang diprediksikan, sampai sikap-sikap dominan. Demikian juga sebaliknya, dengan kegiatan komunikasi tersebut orang lain juga akan memperoleh hal yang sama. Itulah yang disebut komunikasi timbale balik (two traffic communication). Upaya memahami identifikasi pihak lain itu tidak kalah pentingnya dari upaya memahami pesan yang disampaikan, apalagi pesan tersebut hanya satu kali disebutkan, mempunyai potensi salah memahami. Komunikasi bagai mata pisau, satu sisi dapat menimbulkan perpecahan namun di sisi lain juga dapat menggelapkan, satu sisi dapat memberi faedah sisi lain dapat menimbulkan bencana, satu sisi dapat menimbulkan harmoni sisi yang lain dapat mengobarkan konflik. Tak heran bila seorang penulis buku terkenal dari Amerika Serikat, Sean Covey, memberi kata bijak “kita punya paradigm bukan saja tentang diri kita sendiri, melainkan juga tentang orang lain. Memandang segalanya dari sudut yang berbeda dapat membantu kita memahami mengapa orang bersikap seperti itu”. Melalui lobbying dapat menelisik pesan-pesan yang bukan saja eksplisit, tapi juga implicit, tersembunyi. Dengan demikian, lobi dapat menjadi alat pendeteksi ampuh untuk mengetahui gejala yang tidak tertangkap.

Batasan dan Fungsi Lobi

Lobi adalah aktivitas komunikasi yang dilakukan individu ataupun kelompok dengan tujuan mempengaruhi pimpinan organisasi lain maupun orang yang memiliki kedudukan penting dalam organisasi dan pemerintahan sehingga dapat memberiikan keuntungan untuk diri sendiri ataupun organisasi dan perusahaan pelobi. Lingkup komunikasi yang luas menyebabkn aktivitas lobi juga sama luasnya. Melobi pada dasarnya merupakan usaha yang dilaksanakan untuk mempengaruhi pihak-pihak yang menjadi sasaran agar terbentuk sudut pandang positif terhadap topik pelobi, dengan demikian diharapkan memberiikan dampak positif bagi pencapaian tujuan. Banyak pengusaha dan eksekutif puncak yang karirnya bersinap karena jago berlobi, padahal sebenarnya kompetensi profesionalnnya meragukan. Selain fungsi secara individual, lobi memiliki fungsi organisasional. Fugsi lobi adalah untuk melindungi kepentingan organisasi yang membuka komunikasi kepada pihak pengambil keputusan. Dalam konteks ini ada 3 macam lobi, yaitu :

  • Lobi tradisional
  • Lobi akar rumput
  • Lobi political action committee

Sedangkan dalam perusahaan bisnis, lobi merupakan upaya perusahaan melakukan pemasaran atau penjualan dalam melakukan pendekatan kepada calon pembeli baik perorangan maupun organisasi.

Citra Buruk Lobbying

Citra buruk aktivitas lobi disebabkan karena tujuannya yang salah. Lobi yang semestinya dilancarkan untuk mencapai saling pengertian dalam kehidupan yang baik, kemudian dilancarkan dalam rangka merusak kehidupan. Terbentuknya citra buruk tersebut disebabkan beberapa hal berikut :

  • Kesan negatif lobi karena lobbying yang lemah
  • Kesan negatif lobi karena lobbyist yang tidak relevan dan mencatut nama orang untuk berbohong
  • Citra buruk lobi disebabkan akibat lobi yang mendorong orang mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan emosional belaka
  • Lobi buruk dengan janji kekuasaan dan pinjam mencatut orang kuat
  • Citra lobi menjadi buruk karena digunakan untuk mendapatkan suap dan disertai dengan hal-hal yang tidak pantas

Bila ditarik benang merahnya, citra buruk tentang aktivitas lobi sebetulnya bersumber dari ketidakyakinan pelobi menggunakan cara-cara yang rasional dan bermoral untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari pihak lain. Sehingga tidak ada cara lain kecuali dengan memanfaatkan lobi untuk mempengaruhi orang lain dengan cara-cara yang tidak terpuji tersebut. Mungkin juga ada pengaruh dari anggapan umum bahwa hal-hal yang tidak etis sudah biasa, maka baik pelobi maupun yang dilobi sama-sama menggunakan negative frame dalam transaksi. Maka aktivitas lobi mengalami distorsi, yang semula untuk meluruskan hal-hal yang bengkok justru bisa sebaliknya menjadikan hal yang lurus menjadi bengkok.

Cara Lobi yang Baik

  • Dengan menulis blog
  • Jangan segan untuk berkenalan
  • Menyiapkan kartu nama
  • Menanyakan identitas
  • Jangan terlalu banyak berbicara dalam moment pertama kenal
  • Sikap pada waktu bebicara harus menatap dengan ramah
  • Berpakaian rapi
  • Bersikap santun
  • Closing statement

Kapan Lobi Dibutuhkan

  • Ketika situasi hubungan dalam kondisi genting. Satu sama lain saling mengambil jarak atau bahkan resisten berhubungan
  • Ketika situasi hubungan dalam keadaan saling terancam
  • Ketika mulai terjadi saling curiga dan kecurigaan itu diungkap oleh pihak ketiga
  • Ketika disadari ada kesenjangan antara yang diinginkan dengan persepsi yang berkembang di pihak luar
  • Ketika terjadi ketidakselarasan materi, nilai (values), aktualitas, preferensi, referensi, proximitas, influences

Pendekatan Memahami Lobbying

Tugas utama pelobi adalah berusaha mempengaruhi orang lain untuk suatu tujuan tertentu, tetapi ia tidak mempunyai wewenang menentukan hasil akhir, kecuali jika dia melakukan tugas negosiasi dalam fungsi transaksi.lobi sebagai kegiatan mendukung pembentukan dan peguatan citra dengan demikian merupakan kegiatan komunikasi yang tidak terbatas. Cara lobi sebagaimana dimaksud disederhanakan sebagai sebuah pendekatan. Pendekatan merupakan cara yang paling dominan dan diandalkan, meskipun pada akhirnya harus diperkuat dengan pendekatan yang lain. Dengan pendekatan itu akan dapat ditunjukkan konsentrasinya sehingga menjadi karakteristik yang konsisten.

  • Pendekatan brainstorming

Pendekatan ini menitikberatkanpada asumsi bahwa citra diri tentang diri sendiri dan orang lain diperoleh melalui proses komunikasi yang intensif. Pendekatan ini biasanya digunakan ketika seorang pelobi belum membawa maksud dan tujuan kecuali menjajaki segala kemungkinan.

  • Pendekatan pengkondisian

Berangkat dari asumsi teoritik conditioning, bahwa selera, sikap,pikiran, dan sebagainya dapat dibentuk melalui kebiasaan. Karena itu, pendekatan ini menitikberatkan pada upaya melobi untuk membangun kebiasaan baru.

  • Pendekatan networking

Berangkat dari asumsi bahwa seseorang bertindak acap kali dipengaruhi oleh lingkungannya. Lobi dalam konteks ini tujuannya mencari relasi sebanyak-banyaknya lebih dahulu, bukan berorientasi kepada hasilnya.

  • Pendekatan transaksional

Berpijak kepada pandangan bahwa apa pun yang dikorbankan harus ada hasilnya, apa pun yang dikeluarkan harus kembali, apa pun yang dikerjakan ada ganjarannya.

  • Pendekatan institution building

Ketika sebagian besar orang resistensi terhadap suatu gagasan perubahan, maka pendekatan melembagakan tujuan gagasan merupakan alternative yang dapat dipakai, sebab ada kalanya orang menolak sesuatu bukan karena dirinya tidak tahu manfaat, keguanan, faedah, dan sebagainya, melainkan karena didorong oleh pertimbangan tidak mau terlineasi dari lingkungannya.

  • Pendekatan cognitive problem

Pendekatan ini menitik beratkan pada terbentuknya keyakinan, semakin mampu meyakinkan semakin manemukan saran

  • Pendekatan five breaking

Pendekatan ini banyak diperguaan oleh pelaku kehumasan untuk mengalihkan perhatian pada isu yang merugikan dengan menciptakan isu lain

  • Pendekatan manipulasi power

Mempengaruhi orang dengan menghadirkan simbol kekuatan tertentu.

  • Pendekatan cost and benefit

Penedekatan ini dilakukan ketika orang lain menganggap harga yang ditawarkan terlalu tinggi, sementara pelobi tidak mungkin merendahkannya, apalagi kewenangan negosiasi soal harga tidak di tangannya, maka yang dilakukan pelobi adalah dengan menunjukkan kelebihan manfaatnya.

  • Pendekatan futuristic

Pendekatan ini dilakukan manakala mengetahui bahwa kilien belum memiliki kebutuhan saat ini, maka harus diberi gambaran tentang masa depan yang harus diantisipasi oleh klien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: