BERWIBAWA KARENA VISI


standar proses

Visi dapat dibagi menjadi dua macam, visi global dan visi detail. Visi global adalah visi seseorang ketika memutuskan untuk menjadi guru. Sementara visi detail adalah visi guru terhadap suasana sekolah, iklim belajar, ketertiban kelas, perbuatan yang dianggap melanggar dan tidak melanggar, atau gambaran tentang siswa yang ideal. Seorang guru harus memiliki kedua jenis visi tersebut. Daniel Moeijs dan David Reynold dalam bukunya, effective teaching, mengatakan bahwa antusiasme guru akan mempengaruhi semangat belajar siswa. Antusiasme guru, baik kepada tugas maupun subjek yang sedang dipelajari, akan menular kepada siswa sehingga mereka juga antusias mengikuti pembelajaran.

Nilai sebuah kebaikan baru bisa menular jika berangkat dari visi. Visi seorang guru akan menular kepada anak didiknya melalui kata-kata, sikap, dan perbuatan. Jika para guru memiliki visi yang bagus tentu akan memberikan dampak yang positif terhadap pembentukan pribadi siswa. Visi seorang guru akan melahirkan pola piker, ucap, sikap, dan tindakan dalam keseharian di sekolah.

Seorang guru harus bervisi baik. Seorang guru yang pada awalya bervisi jelek, harus mampu memperbaiki visinya. Jika calon guru dinilai telah memiliki visi yang bagus, maka sekolah tinggal merawat dan memupuk visinya. Pendmpingan terhadap guru baru, di samping mengenalkan pekerjaan kepadanya, juga berfungsi untuk menularkan visi dari guru pendamping.

Visi yang baik adalah visi yang mengandung unsure idealisme. Sehubungan dengan visi yang baik yang dipegang guru ketika menempatkan aspek keduniawian terhadap perjuangannya, guru dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok :

  • Mereka yang berprinsip dan beranggapan bahwa kekayaan duniawi pasti dijamin oleh tuhan jika mereka memperjuangkan kemuliaan agamanya.
  • Guru yang memisahkan aktivitas mencari nafkah dengan aktivitas perjuangan
  • Guru yang menghendaki perjuangan di dunia pendidikan dapat menunjang aspek duniawi dan ukhrowi sekaligus
  • Guru yang melakoni aktivitas perjuangan dengan total dan tidak lagi ada urusan duniawi di belakangnnya

Visi yang baik ditopang pilar-pilar idealism, sedangkan visi yang jelek ditopang pilar-pilar pragmatism. Ada beberapa tipologi guru yang dapat dikategorikan memiliki visi yang jelek. :

  • Guru yang berkecimpung di dunia pendidikan karena keterpaksaan
  • Guru yang menjadikan profesi mereka untuk mencari nafkah semata
  • Orang-orang yang berprofesi sebagai guru untuk mendapatkan status dan pekerjaan yang terhormat
  • Guru yang sebelumnya mengejar profesi lain, tetapi gagal meraihnya

Setiap guru di negri ini harus memiliki idealism dalam menekuni pekerjaannya. Tujuannya agar mereka tidak terjebak pada pragmetisme belaka. Para guru perlu dijauhkan dari gaya hidup yang serba materialistis dan hedonis.

Visi menjadi penting karena semua sikap dan tindakan seseorang dibimbing oleh visinya. Seorang guru hendaknya menjalankan tugas berdasarkan visi yang baik. Gambaran tentang apa dan bagaimana yang diinginkannya yang disebut dengan visi. Dan jika gambaran tersebut mampu membimbing duru dalam pekerjaan, berarti ia bekerja berdasarkan drongan visinya (vision drive). Dengan visinya, seorang guru megetahui hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: