AGAR MENGAJAR TERASA RINGAN DAN MENYENANGKAN


mengajar-yang-menyenangkan

Setiap guru mempunyai keinginan agar dirinya bisa mengajar dengan baik. Pada saat keinginan tidak semulus kenyataan, daya tahan seorang guru akan diuji. Guru yang lulus ujian akan memilih terus berjuang untuk mewujudkan apa yang diinginkannya. Namun, guru yang gagal akan menyerah pada kenyataan. Sikap mudah menyrah pada kenyataan ini sebenarnya lahir karena tidak adanya kekuatan dari dalam yang dimiliki oleh seorang guru

Di dunia pendidikan, hal-hal yang memalukan sering terjadi karena iman telah hilang. Tradisi membiarkansiswa mmencontek di saat ujian berlangsung hanya karena ingin mempertahankan nama baik sekolah adalah contoh akibat hilangnya iman secara sistematik. Negri ini nyaris kehilangan akal, misalnya, untuk mengatasi bau pesing di pojok-pojok termiinal, disebabkan solusi yang ditempuh selama ini terlepas dari paradigma iman. Orang –orang yang membuang sampah ke sungai, sopir yang ugal-ugalan dan tidak menghargai penumpang, pedagang yang gemar berbohong dan menipu, atau tukang parkir yang memasang tarif lebih dadri yang ditetapkan, dulunya adalah para siswa yang belajar di sekolah. Itulah produk dari sistem pendidikan di negri ini. Secara tidak langsung bisa disimpulkan bahwa dunia pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam melahirkan tatanan masyarakat yang sakit seperti saat ini. Jika guru tidak memiliki iman yang kuat, ia tidak akan mampu mencetak siswa yang beriman kuat. Guru yang memiliki rasa malu hanya kepada orang lain yang melihatnya, tidak akan mampu melahirkan siswa yang memiliki rasa malu yang besar kepada tuhan YME. Jika iman telah menggerakkan kehidupan para guru,l harapan akan lahirnya sistem pendidikan yang baik akan muncul. Guru yang telah memiliki iman yang kokoh akan mengajar dengan sungguh-sungguh dikarenakan tuntutan imannya itu. Guru yang beriman kuat mempunyai keyakinan bahwa dirinya hanya bertugas untuk bekerja secara maksimal, sedangkan hasil usahanya diserahkan kepada Allah SWT.

Iman yang kuat membuat seseorang memiliki arah hidup yang jelas. Iman senantiasa menuntut seseorang untuk selalu berbuat kebaikan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Guru semakin hari semakin yakin bahwa dunia yang sedang digelutinnya sangat sesuai dengan tuntutan arah hidup yang dimiliki, yaitu menjadi orang baik dan memperbaiki keadaan. Itulah arah hidup yang lahir dari tuntutan imannya. Visi hidup seperti itulah yang membuat guru semakin mantap dengan dunia yang dipilihnya. Guru tidak perlu berpikir macam-macam untuk hidup dan kehidupannya. Segalanya kekurangan dan keterbatasan yang melilit kehidupan hendaknya tidak sampai menyebabkan seorang guru berhenti dan memilih profesi lain yang tidak ada kaitannya dengan visi hidupnya.

Teguh memegang prinsip bukan berarti keras kepala dan tidak mau mendengar mesukan orang lain. Sikap tidak mau menerima pendapat orang lain disebut keras kepala, sedangkan sikap teguh memegang prinsip hidup biasa disebut keras hati. Guru yang memiliki keyakinan yang kokoh dan memiliki arah hidup yang benar, cenderung menjadi orang yang teguh dalam memegang prinsip yang diyakininya, bukan menjadi orang yang tidak toleran. Sebab, dalam masalah prinsip, toleransi bukanlah melunturkan prinsip sendiri untuk disesuaikan dengan prinsip orang lain. Akan tetapi, toleransi adalah menghargai orang lain yang tidak berprinsip sama dengan diri kita.

Ketenangan dan kesabaran juga akan meringankan kerja guru dalam menghadapi para siswanya. Semakin tenang, semakin terasa mudah menyelesaikan pekerjaan. Semakin sabar, semakin ringanlah pekerjaan.

Percaya diri menunjukkan indikasi bahwa seseorang telah total dalam menggeluti pekerjaannya. Guru yang sudah total dalam menjalani profesinya akan terlihat lebih percaya diri daripada guru yang masih setengah-setengah.

Ketika ikhlas sudah di dada seseorang, ada atau tidak ada pengakuan dari orang lain bukanlah persoalan yang besar. Sebaliknya, ketika ikhlas lepas dari jiwa seseorang, rasa ingin dihargai dan diakui oleh orang lain menjadi landasan setiap pekerjaannya.

Carilah pembimbing. Betapa pentingnya seorang pendamping dalam kehidupan kita. Disaat menghadapi persoalan, baik datang dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri, kita mempunyai seseorang yang bisa dimintai saran.

Bangunlah kompetensi. Sastu hal lagi yang tidak boleh dilupakan dalam embangun kekuatan dari dalam adalah kompetensi. Bagaimana pun, guru yang berkompetensi tinggi lebih berpeluang untuk meraih prestasi daripada guru yang kompetensinya rendah. Seorang guru dituntut untuk memiliki paling tidak tiga kompetensi, yakni kompetansi individu, kompetensi sosial, dan kompetensi pedagogik. Artinya, seorang guru yang kompeten adalah guru yang secara pribadi, sosial, maupun profesi, memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. Kompetensi seorang guru datang dari sua arah sekaligus, yaitu pendidikan dan pengalaman pendidikan seorang guru sangat dibutuhkan, terutama berkaitan dengan hal-hal yang bersifat dasar. Demikian juga pengalaman. Jika guru sering belajar dari pengalaman-pengalaman yang dimiliki, ia akan menjelma menjadi guru dengan kompetensi yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: