THE FOCUS OF ATTENTION TO OPPORTUNITY


url

Situasi yang berada di luar zona nyama ternyata masih memeberikan ruang terbuka yang luas bagi siapa saja untuk maju di arena atau pentas yang nyata sehingga kekuatan untuk focus atau memusatkan perhatian pada kesempatan / opportunity menjadi jalan baru menuju keberhasilan yang diharapakan oleh setiap individu yang pada saat itu berada pada peluang atau kesempatan dan menunggu berpihak pada dirinya. Lihatlah sisi lain dari sebuah kegagalan, karena di balik semua itu sesungguhnya ada secercah harapan, jalan keluar, serta pahala. Dan, itu lah peluang yang harus kita sambut. Dalam kenyataannya, seringkali kita mudah menyereah ketika berada pada posisi menurun di titik terendah. Dunia seakan sempit dan serba tidak menentu. Lalu kita sering kali mudah menyalahakan diri sendiri karena kita tidak mampu memanfaatkan dengan baik peluang tersebut.

Pintu Menuju Kesempatan

Seperti yang disampaikan oleh John C. Maxwell dalam “kesuksesan dibangun setiap hari” pintu-pintu menuju kesempatan itu sangat banyak, diantaranya :

  • Kesempatan dan motivasi memiliki hubungan dan keterkaitan
  • Kesempatan adalah hasil dai keberanian, bukan keberuntungan
  • Hari ini adalah hari terbaik untuk sebuah kesempatan
  • Kesempatan tidak menampilkan diri dalam situasi yang sempurna

Tanyakan Soal Hari Ini, Kemarin, Dan Esok

Dr. ‘Aidh Al-Qarni dalam La Tahzan mengatakan, “ tutuplah pintu besi masal lalu dan masa depan, dan hiduplah dalam detik-detik hari ini”. Ada tiga dimensi penting. Dimensi pertama adalah dimensi intelektual. Menurut J. P. Chaplin, dimensi intelektual meruapakan masalah intelegensia, mencirikan seorang dengan minat-minat yang terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar. Dimensi kedua adallah dimensi personality (kepribadian). Dimensi ini ingin menunjukkan bahwa apa yang saya rasakan hari ini tentu tidak akan sama dengan yang dirasakan oleh orang lain. Dimensi ketiga adalah dimensi performance, khususnya tingkah laku yang dapat mengubah lingkungan dengan cara teretentu, tampilan karya atau hasil kerja yang ditunjukkan seseorang akan terlihat baik dan berhasil sesuai harapan. Itu tercermin dari proses yang dilakukan serta seberapa besar yang dihasilkannya. Dimensi performance ini adalah dimensi fisik dan dimensi perilaku sehingga mudah dilihat dan diamati dengan mata serta dapat dirasakan dengan panca indra kita. Inti dari performance adalah gerak yang bersifat dinamis dan dengan disadari oleh perencanaan yang matang bukan gerak pasif. Bagi individu yang memahami tujuan, umumnya mereka senantiasa berada pada kesadaran yang tinggi akan ruang dan waktu. Ruang menunjukkan di mana ia berada saat ini, kemarin, dan hari esok, dengan mengerjakan apa yang seharusnya ia lakukan serta dengan memahami dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan sehingga ia mudah beradaptasi dan mudah diterima dalam berinteraksi di lingkungan yang baru. Sementara sadar akan waktu adalah bentuk kesadaran akan peluang atau kesempatan yang telah diberikan tuhan sehingga ia selalu ingin melakukan hal-hal yang terbaik dan tidak menyia-nyiakannya. Focus terhadap ruang dan waktu menunjukkan intensitas diri yang terkonsentrasi dan diarahkan pada satu titik tujuan. Oleh karena itu, dalam menjawab pertanyaan hari ini, baiklah anda tidak menyesali hari kemarin, dan tidak merasa takut akan hari esok. Jika dikaitkan dengan memfokuskan diri pada kesempatan atau peluang maka hal tersebut membutuhkan jawaban yang bersumber dari akal, rasa dan gerak. Focus tersebut juga memiliki makna psikologi. Makna tersebut dapat dirujuk pada pemikiran Sigmund Freud yang mengajukan teoriya tentang id, ego, dan super ego. Id adalah naluri-naluri binatang dan tidak sadar. Jika dikaitkan dengan manusia, teori psikoanalisa dapat dilukiskan sebagai sebuah “konsepsi dinamik yang mereduksikan kehidupan mental sebagai saling pengaruh antar daya-daya yang mendorong dan menghambat secara timbal balik”. Naluri-naluri bawaan manusia terdesak oleh adat kebisaaan dan moral manyarakat yang dipaksakan secara artifisial, disebut dengan super ego. Id dan super ego selamanya saling bertentangan, sedangkan tingkah laku berasal dari ego manusia adalah jiwa manusia yang bertugas menurunkan daya-daya id dan super ego untuk memutuskan tindakan yang ingin dilakukan. Dari hal tersebut, dapat diambil pelajaran, bahwa memfokuskan diri pada sebuah kesempatan untuk menuju keberhasilan ternyata juga harus memiliki etika dan moral bukan hanya asal main sikat tanpa mempedulikan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: