MENGEFEKTIFKAN KOMUNIKASI


jejaring_sosial_uiu3n

Perkenalkan Dirimu Sendiri

Untuk meningkatkan mutu kepribadian, mulailah dengan memeriksa kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Cobalah mendaftar dan menganalisis kekurangan dan kelebihan itu, lalu bandingkan mana yang lebih banyak di antara keduanya. Cermati kasus-kasus yang menunjukkan kebaikan dan keburukan sikap kita, kemudian pikirkan hal yang mendorong sikap-sikap itu. Sikap baik kita memiliki dorongan dan motivasi, seperti halnya perilaku buruk.

Berkomunikasi Sepenuh Hati

Komunikasi adalah seni. Sebagai bagian dari seni, berbincang bukan hanya berarti berbicara, namun juga mendengarkan. Selain bicara, kita harus memberikan kesempatan bagi lawan bicara untuk menyampaikan isi pikiran dan perasaan. Oleh karena itu, posisikanlah diri kita sebagai mitra berbincang yang baik. Selamilah jiwa lawan bicara agar tahu waktu yang tepat untuk tampil berbicara atau cukup mendengar.

  • Seni berbicara
  • Sebelum angkat bicara, terlebih dahulu pahamilah hal-hal berikut :
  • Tema perbincangan
  • Peran kita dalam perbincangan
  • Profil lawan bicara
  • Dari otak turun ke lidah

Kecepatan bicara manusia lima kali lipat dari kecepatan berpikirnya. Faktor ini mendasarai pentingnya berpikir sebelum dan sewaktu berbicara. Orang yang berbicara sembarangan pun baru menyadari perkataannya telah menyinggung, mengecewakan, atau membuat marah orang lain setelah beberapa waktu berlalu. Pendeknya, sadarilah perkataan dengan sebaik-baiknya, berikut alasannya, sebelum benar-benar mengatakannya.

  • Mendengarkan dengan baik

Falam setiap pembicaraan, memperhatikan lawan bicara adalah hal yang sangat berarti. Hindari sikap menganggap remeh (apriori) terhadap isi pembicaraan orang lain. Bisa jadi, hal yang tak kita sukai ternyata berguna untuk kita. Sebaliknya, hal yang kita sukai justru tidak banyak gunanya bagi kita.

  • Menaklukkan audiens

Cara kita dalam mengatakan sesuatu melalui nada suara atau pilihan kata, harus selaras dengan tujuan komunikasi. Komunikasi bukan sekedar menyangkut suara dari mulut saja. Ekspresi dan gerak tubuh juga bagian dari itu. Perhatikan juga kebutuhan audiens karena hal itu membantu mereka dalam mengingat isi pesan kita. Kita juga membutuhkan umpan balik dari audiens untuk mengecek kadar kepahaman mereka terhadap pesan kita.

Datang Dengan Diundang, Pulang Dengan Diantar

Jika kita bisa membuat orang lain merasa nyaman dengan kehardiran kita, maka ia tidak akan mengusir kita. Namun kalau kita tergolong pemarah, sering mengeluh, dan jarang tersenyum, pantas saja jika orang lain enggan berada di didekat kita. Meraka khawatir, sewaktu-waktu mereka akan terjebak dalam emosi negatif tersebut. Berikut tips penanggulangannya

  • Kendalikan emosi dengan lebih memahami kehadiran orang di sekitar kita
  • Belajarlah berpikir positif kepada orang-orang yang berpapasan dengan kita
  • Suguhkan sikap yang membuat orang lain merasa nyaman dengan kehadiran kita

Mungkin, pada awalnya kita akan kesulitan mengubah kepribadian yang telah melekat dalam diri. Namun, percayalah, kepribadian yang baik meruapakan modal terbesar dalam menuju kesuksesan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: