MEMULAI DARI DEKAT, MENGGAPAI YANG JAUH


url

Mengalah Untuk Menang

Pengendalian diri merupakan salah satu unsur penting yang memperkaya kehidupan spiritual kita. Pada hakikatnya, pengendalian diri adalah usaha untuk menaklukkan musuh terbesar kita, yaitu diri kita sendiri. Jika dapat melakukannya, tak heran jika kita dianggap sudah mencapai tehap kesadaran spiritual yang tinggi. Kekuatan seseorang manusia bukan sekedar padatnya otot tubuh, tetapi juga berhubungan erat dengan kemampuannya mengandalikan dan mengelola diri.

  • Mengalah dan dimensinya

Mengalahkan diri sendiri memiliki dua dimensi, yaitu dimensi pengendalian emosi dan dimensi kedisiplinan. Dengan mengendalikan emosi, kita mampu mengenali, memahami, serta mengelola emosi. Adapun disiplin membuat kita bisa menempuh tahap- tahap pencapaian tujuan secara tepat waktu dan teratur. Supaya bisa menggapai keduanya, kita harus mengubah anggapan bahwa emosi seolah-olah terjadi begitu saja. Melalui pengendalian emosi, penguasaan diri dan kedisiplinan, kita bukan hanya lebih memahami diri, ketiga hal itu membantu kita mengetahui cara memanfaatkan potensi dalam diri sehingga menjadi manusia yang lebih cerdas secara spiritual.

  • Rendah hati

Kerendahan hati melekat dalam karakter orang-orang yang telah menemukan jati dirinya. Orang-orang seperti itu juga memiliki sikap-sikap berintegritas, pasrah, rela memaafkan, dan pengendalian diri. Kerendahan hati juga mengindikasikan kecerdasan spiritual seseorang. Seseorang yang tidak bisa menunjukkan sikap rendah hati, berarti belum mencapai kedamaian dengan dirinya.

  • Disiplin diri

Disiplin meruapakn sebuah pola yang mendasari aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dari disiplin juga, bakat dan potensi dalam diri akan berkembang. Suapaya kita dapat menjadi disiplin, kita perlu mengkondisikan diri. Pengkondisian ini penting untuk membentuk kebisaaan berpikir dan pola perilaku. Ada beberapa hal penting yang mendukung pembentukan kedisiplinan :

  1. Tentukan target-target jangka pendek yang ingin dicapai susun sesuai urutan prioritasnya
  2. Buatlah daftar jadwal kegiatan secara tertulis
  3. Jalankan kegiatan sesuai jadwal
  4. Berusaha untuk konsisten
  • Ikhlas

Orang yang rendah hati adalah orang yang dangat peduli dengan perasaan orang lain. Untuk bisa mengetahui perasaan orang lain, tentu kita harus menggunakan perasaan, tidak hanya logika. Ketergantungan kepada logika hanya membuat kita menyalahkan orang lain dan merasa benar sendiri. Di sisi lain, perasaan rendah diri kita akan membuat kita selalu khawatir dengan pikiran atau perkataan orang lain. Singkatnya, merilah kita bersikap lemah lembut dan penuh pengendalian diri. Jangan pernah membiarkan emosi lepas kendali.

  • Mengalah bukan kalah

Baik kekalahan maupun kegagalan, keduanya adalah proses menuju kesuksesan. Berproses dengan baik adalah bagian penting dari sebuah cita-cita. Jalanilah proses sebaik-baiknya karena keberhasilan sangat tergantung kepada proses itu.

  • Belajar melayani

Upaya mengalahkan diri sendiri bisa dimulai dengan belajar melayani orang lain. Kemauan ini mencerminkan jiwa kepemimpinan yang sejati. Sifat mau melayani bermula dari diri sendiri. Kesediaan untuk melayani menuntut niat yang kuat dari hati untuk melakukan transformasi dan perubahan karakter. Komitmen yang kuat itu akan memancar dari dalam diri kita dan sinarnya akan menghangatkan orang lain. Ada satu hal yang penting yang perlu diperhatikan yaitu perlunya menghargai orang lain. Setiap pribadi yang rendah hati akan memandang orang lain sebagai sesame ciptaan tuhan yang memiliki masing-masing khanya tersendiri.

  • Membuka diri

Salah satu ciri sikap rendah hati adalah kesedian untuk mendangarkan pendapat dan menerima saran dari orang lain. Cukup dengan mendengarkannya saja, kita sudah bisa menguatkan hati orang lain yang sedang dilanda kesedihan atau kesulitan. Demikian halnya dengan kritik. Kita harus memandangnya secara positif, yakni sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri.

Menggapai Cita-Cita

  • Tujuan butuh fokus

Cita-cita adalah titik fokus dari tujuan jangka panjang kita. Dengan semakin meluasnya cakrawala pengetahuan kita, gambaran hidup kita pada masa depan juga akan lebih jelas. Jalan menuju kesana pun kian terang. Itulah fokus pencapaian tujuan. Selain itu, juga membutuhkan pemahaman positif. Sebab, cara pandang positif ternyata tidak mencukupi. Cara pandang positif bisa sekedar keinginan atau harapan, sementara pemahaman positif adalah keadaan tatkala kita meyakini bahwa apa pun yang terjadi, kita tetap akan sukses.

  • Membangun jaringan

Kegiatan berjaringan adalah langkah seseorang untuk membuat dan menumbuhkan pengenalan dari orang lain yang dapat membantu dirinya, khususnya untuk mencari pekerjaan, meningkatkan karir, atau bertukar informasi. Terkadang kita terlena bahwa orang-orang disekitar kita pun berpotensi menjadi mitra pencapaian tujuan merekalah sesungguhnya jaringan kita. Karena jaringan adalah modal yang penting, maka kita perlu menjaganya. Lebih baik lagi jika kita mengembangkan jaringan setiap ada kesempatan.

  • Samudera ilmu kehidupan

Hidup kita adalah sebuah proses belajar tanpa henti. Proses ini akan mengembangkan spiral pengetahuan. Ketika proses itu berlangsung, kita akan menyadari betapa pengetahuan kita belum ada apa-apanya. Pengetahuan yang kita miliki sesungguhnya tercipta dari proses panjang yang membentik siklus. Siklus itu berkelanjutan dan terpadu, berjalan dari satu hal ke hal yang lain, dan kemudain kembali ke hal semula. Ada empat tahap dalam siklus tersebut :

  • Eksternalisasi

Proses pendokumentasian pengetahuan

  • Internalisasi

Berusaha mempelajari isi pengetahuan baik pengetahuan teknis maupun sikap mental

  • Kombinasi

Tindakan memanipulasi pengetahuan

  • Sosialisasi

Membagi pengetahuan dengan orang lain

Pengalaman adalah salah satu guru terbaik kita. Oleh karena itu, janganlah segan-segan bertanya, meningkatkan keterampilan, dan berlatih. Berbicara mengenai cara belajar, ada dua polanya, yaitu pembentukan (shaping) dan keteladanan (modelling). Bagaimanapun cara belajarnya, pengalaman kita yang semakin banyak akan membuat kita menjadi lebih dan lebih baik lagi. Pengalaman membuat kita mempu mengembangkan diri, melakukan perbaikan dari dalam, mengambil suri teladan, dan kemudian melakukan inovasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: