SEKILAS TENTANG PENDIDIKAN KARAKTER


Gambar

Banyak orang tua yang tidak memiliki pemahaman yang benar tentang cara dan metode yang bisa mereka terapkan untuk menciptakan generasi penerus yang berkepribadian dan berkarakter. Ada lima potensi anak yang bisa dikembangkan agar lahir generasi yang berkarakter. Kelimanya adalah beriman dan bertaqwa kepada tuhan YME, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Badan dunia UNESCO menyimpulkan empat pilar yang harus masuk dalam pendidikan karakter yaitu :

Belajar Untuk Mengetahui (Learning To Know)

Pendidikan merupakan prasyarat utama bagi siapa saja untuk bisa meraih kehidupan yang lebih lengkapdan sempurna. Melalui pendidikan, kita bisa mendari, menemukan, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan keahlian untuk dijadikan al.at dalam menghadapi permaslah dalam hidup. Belajar untuk mengetahui (learning to known) bisa bermakna dangat luas dan tiada batasnya. Dalam dunia pendidikan sejak level terbawah hingga tinggi, prinsip belajar untuk mengetahui merupakan kata kunci.

Belajar Untuk Melakukan (Learning To Do)

Belajar untuk melakukan merupakan pengalaman bermakna bagi anak. Oleh karena itu, lembaga pendidikan atau sekolah harus memmfasilitasi agar anak mampu mengaktualisasi pengetahuan, keterampilan, bakat, dan minat yang dimilikinya. Para guru harus memahami bahwa setiap anak mempunyai bakat dan potemsi, tugas gurulah untuk membuka selubung yang masih menutupi bakat anak. Benjamin S. Bloom, seorang psikolog pendidikan, berpendapat bahwa tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga domain berikut

  • Kognitif
  • Afektif
  • Psikomotorik

Pembelajaran yang baik harus mampu mengaitkan ketiga ranah dalam sebuah proses belajar mengajar. Pendidik hjarus mendesain proses belajar mengajar secara aplikatif agar peserta didik bisa terlibat secara aktif, baik fisik, mental, maupun emosionalnya.

Balajar Untuk Menjadi Diri (Learning To Be)

Melalui pendidikan, anak akan memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian, kepribadian, kecerdasan, dan khlak mulia, serta kemampuan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan membekali manusia tidak sekedar untuk mengetahui, tetapi juga mampu menyadarkan peserta didik untuk menjadi dirinya sendiri. Anak harus ditempatkan sebagai subjek pembelajaran agar terbangun rasa percaya dirinya. Anak harus didukung untuk menjadi pribadi yang autentik sehingga memiliki kebanggaan pada dirinya sendiri.

Belajar Untuk Hidup Berdampingan Dengan Sesame (Learning To Live Together)

Anak perlu memahami bahwa dirinya harus bisa hidup bersama orang lain dan bersosialisasi dengan masyarakat disekitarnya. Rumah dan sekolah merupakan tempat sosialisasi tebaik untuk mempersiapkan anak mengenal masyarakat. Oleh karena itu, orang tua dan guru bisa memberkan nilai-nilai etika dan karakter dasar pada anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: