MEMBENTUK KARAKTER PADA DIRI ANAK


Gambar

Keteladanan

Ada satu hal yang sering dilupakan oleh orang tua dan para guru, yaitu bahwa anak sangat memerlukan model yang bisa dijadikan teladan. Ketika berada dihadapan anak, orang tua dan guru harus benar-benar mampu menjadi contoh atau teladan agar anak segera bisa menemukan pengalaman yang kongkret. Dalam tumbuh kembang seorang anak, dia memerlukan sosok yang bisa dijadikan idola atau panutan. Keberhasilan proses pembelajaran antara lain ditentukan oleh seberapa jauh anak mengikuti dan memiliki pengalaman bermakna.

Pembisaaan

Pembisaaan merupakan serangkaian proses membisaakan suatu perbuatan atau sikap kepada anak atau peserta didik agar terbentuk kesadaran dalam dirinya. Anak yang sudah memiliki pegetahuan, keterampilan atau keahlian perlu dibimbing untuk membisaakan dalam kehidupan sehari-hari. Etika, sopan santun, kebersihan, kedisiplinan, keberagaman, dan solidaritas social hanya akan efektif apabila sejak dini kita tanamkan dalam diri anak atau peserta didik. Agar terbangun kesadaran untuk membisaakan perilaku yang baik, guru bisa menerapakan reward and punishment.

Nasihat

Proses penanaman nilai dan pembisaaan merupakan proses panjang yang harus melalui trial and error. Ketika anak atau peserta didik melakukan kesalahan, nasihat yang bijaklah yang mereka butuhkan. Artinya kita tetap harus menempatkan mereka sebagai manusia yang harus dihormati dan dihargai meskipun telah berbuat salah. Nasihat hendaklah dilakukan dengan cara yang santun, dengan hikmah, peringatan – peringatan yang baik, tidak terburu-buru dalam menghukumi sesuatu, dan tanpa emosi. Pemberian motivasi pada anak atau peserta didik sangatlah bermanfaat bagi perkembangan mentalnya.

Pengawasan

Pengawasan yang terlalu ketat akan mengurangi kebebasan anak dalam mengeksplorasi kemampuan dan potensi yang ada dalam dirinya. Pengawasan memang perlu dilakukan orang tua terhadap anaknya. Akan tetapi, orang tidak tidak harus terlalu mengatur secara ketat kegiatan yang akan dilakukan anak. Akan tetapi, orang tua tidak harus terlalu mengatur secara ketat kegiatan yang akan dilakukan anak. Hal prinsip yang harus dilakukan orang tua adalah cara dan metode menanamkan nilai luhur kepada anak sehingga muncul kesadaran dalam dirinya untuk mengawasi dirinya sendiri. Inilah yang dikenal dengan pengawasan melekat, sebuah pengawasan yang dilakukan oleh yang bersangkutan karena adanya kesadaran dalam dirinya.

Hukuman

Dalam proses pembelajaran atau pembisaaan, sering orang tua atau guru boleh menerapkan hukuman terhadap kesalahan yang dilakukan anak atau peserta didik. Namun, hukuman yang akan diterapkan harus merupakan jalan terakhir apabila semua cara telah ditempuh dan tidak berhasil. Atas nama menegakkan kedisiplinan apalagi menunjukkan kewibawaan, orang tua atau guru tetap harus berpikir panjang sebelum menjatuhkan hukuman. Apabila terpaksa harus menjatuhkan hukuman, orang tua dan guru harus mengutamakan hukuman yang mendidik dan sesuai dengan pemahaman anak tentang hukuman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: