PENYIMPANGAN SEKS DI KALANGAN REMAJA


Gambar

DORONGAN SEKSUAL

Dorongan seksual pada manusia berkembang dan sejalan dengan pertumbuhan fisik biologisnya sejak usia menjelan remaja. Hal ini tidak saja mempengaruhi kondisi fisik seseorang, tetapi juga kondisi rohani seseorang sehingga tidak jarang bisa menyebabkan kebingungan dan hasrat ingin tahu serta canggung dan ketapastian karena ketidakmengertia ini. Pada fase berikutnya bisa mendorong seseorang untuk menaruh perhatian terhadap sesuatu yang sebetulnya belum pernah menjadi perhatiannya. Keadaan tersebut diperparah dengan intersksi sosial dan budaya yang tidak sehat yang memang dirancang untuk membangkitkan nafsu.

MENIPISNYA RASA MALU

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan yang semakin global ini masyarakat kita mudah mendapatkan informasi yang datang dari segala penjuru dunia, khususnya budaya barat. Semua nilai yang dahulu kita muliakan, sekarang telah dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Salah satunya adalah gejala sosial yang paling sederhana, tetapi sebagai akar permasalahan adalah perasaan malu. Menipisnya rasa malu tersebut ternyata mempengaruhi pandangan seseorang tentang masalah seksualiktas. Akibatnya, remaja banyak yang telah masak sebelum saatnya. Keadaan semacam ini menimbulkan nilai-nilai baru yang meresahkan. Pergeseran nilai-nilai tersebut terlihat dengan jelas pada pendapat dan pandangan anak-anak muda tentang seks dan pergaulan mereka. Perubahan nilai-nilai tersebut dipercepat dengan perubahan nilai-nilai dalam bidang ekonomi dan sosial. Akibatnya, anak menjadi terabaikan perkembangan psikisnya dan tidak jarang mereka berkembang sendiri dalam kondisi kering dan pragmatis yang kadang-kadang membuat kelompok yang bersifat anti sosial dan cenderung mementingkan duniawi.

PENANGANAN MASALAH PENYIMPANGAN SEKS

Dasar berpikirnya, keluarga sebagai kelompok sosial terkecil sebenarnya bukan hanya sebagai tenpat berkumpulnya anggota keluarga, tetapi juga berfungsi sebagai pendukung tata nilai (value bearer) dan pelestari tata nilai luhur (moral bearer) didalam masyarakat. Pemerintah melalui berbagai pihak tentu bisa melakukan pencegahan penyimpangan seksual dan kenakalan remaja. Pendidikan seks yang diperkenalkan hendaknya mempertimbangkan tingkat kedewasaan anak. Apabila mengadopsi pendidikan seks dari Negara lain sebaiknya diseleksi dan disesuaikan dengan budaya kita. Melalui kehidupan bermasyarakat dapat dilakukan dengan cara memfungsikan kembali ajaran agama dalam segala sektor kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: