KETIKA ANAK-ANAK DAN REMAJA MELANGGAR ATURAN


Gambar

ATURAN AGAMA DAN NEGARA

Kecenderungan anak-anak dan remaja melanggar aturan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Mulai dari pelanggaran aturan sekolah hingga aturan perundangan yang dibuat Negara. Keluar dari lingkungan sekolah, para remaja itu merusak sarana umum, seperti bus kota dan jembatan penyebrangan. Mereka dengan seenaknya mencoret badan bus dan jembatan penyebrangan dengan berbagai macam tulisan yang sungguh tidak sedap dipandang oleh masyarakat. Kecenderungan seorang anak atau remaja melakukan pelanggaran terhadap peraturan yang telah dibuat oleh Negara, merupakan akibat tidak kenalnya sejak dini anak atau remaja itu pada produk peraturan tersebut. Untuk menghindarkan anak dari berbagai perilaku melanggar dan tindakan asusila lainnya, seorang anak sejak dini harus dikenalkan pada agama atau aturan yang dibuat oleh Negara. Hal tersebut berarti bahwa peran orang tua sangat menentukan tabiat seorang anak khususnya sikapnya terhadap peraturan. Pola kehidupan keluarga yang semula cukup waktu untuk mengasuh anak, sekarang karena tuntutan sosial ekonomi, waktu untuk mengasuh anak menjadi berubah semakin sempit. Kondisi ini semakin memberikan andil yang kurang baik pada pembinaan anak, manakala pola pendidikan pada anak tidak dilakukan secara cermat dan tepat. Kalau di dalam keluarga tidak diajarkan dan tidak ditanamkan peraturan, hak dan kewajiban serta larangan dan tanggung jawab, maka anak akan sulit mempraktikkan di dalam masyarakat.

PENGARUH KONDISI KELUARGA

Keluarga merupakan lingkungan yang terdekat untuk membesarkan, mendewasakan dan didalamnya anak mendapatkan pendidikan yang kali pertama. Adapun keadaan keluarga yang dapat menjadi sebab timbulnya penyimpangan dapat berupa keluarga yang tidak normal (broken home), keadaan jumlah anggota keluarga yang kurang menguntungkan. Dalam broken home pada prinsipnya struktur keluarga sudah tidak lengkap lagi. Hal ini diakibatkan beberapa faktor berikut :

  • Salah satu kedua orang tua atau keduanya meninggal dunia
  • Perceraian orang tua
  • Salah satu kedua orang tua atau keduanya “tidak hadir” secara teratur dalam tenggang waktu yang cukup lama.

Keadaan keluarga yang tidak normal bukan hanya terjadi pada broken home, tapi dalam masyarakat modern sering pula terjadi suatu gejala adanya broken home semu, yakni kedua orang tuanya masih utuh, tetapi karena masing-masing anggota keluarga memiliki kesibukan sehingga orang tua tidak sempat memberikan perhatiannya terhadapa pendidikan anak-anaknya. Baik broken home maupun broken home semu dapat menimbulkan ketakharmonisan dalam keluarga sehingga keadaan tersebut memberikan pengaruh yang kurang menguntungkan terhadap perkembangan anak, sedangkan dalam kenyataan menunjukkan bahwa anak-anak remaja yang melakukan kejahatan disebabkan di dalam keluarga terjadi disintegrasi. Aspek lain di dalam keluarga yang dapat menimbulkan anak remaja menjadi menyimpang adalah jumlah anggota keluarga serta kedudukannya yang dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Keadaan tersebut dapat berupa:

  • Keluarga kecil. Titik beratnya adalah kedudukan anak dalam keluarga, seperti anak sulung, bungsu, tunggal. Jika suatu ketika keinginannya tidak dikabulkan oleh anggota masyarakat yang lain, akhirnya mereka frustasi dan mudah berbuat jahat.
  • Keluarga besar. Di dalam rumah tangga dengan jumlah anak yang banyak, bisaanya kurang pengawasan dari orang tua. Kasih sayang dan pemberian perhatian intern keluarga timbul persaingan dan rasa iri hati sama lain yang pada dasaranya akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: