FUNGSI KOPERASI SYARI’AH (PEMBIAYAAN)


Gambar

Aktivitas yang tidak kalah pentingnya dalam manajemen dana BMT adalah pelemparan dana atau pembiayaan yang sering juga disebut dengan landing-financing. Berdasarkan UU No. 7 tahun 1992, yang dimaksud pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan atau yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan tujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bankdengan pihak yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah dengan sejumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil. Sedangkan menurut PP no. 9 tahun 1995, tentang pelaksanaan simpan pinjam oleh koperasi, pengertian pinjaman adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersembahkan dengan itu, berdasarkan tujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antarea koperasi dengam pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan disertai pembayaran sejumlah imbalan

Supaya dapat memaksimalkan pengelolaan dana, maka manajemen BMT harus memperhatikan tiga aspek penting dalam pembiayaan :

  • Aman
  • Lancar
  • Menguntungkan

Hubungan antara tabungan dan pembiayaan dapat dilihat dari kemampuan BMT untuk meraih dana sebanyak-banyaknya serta kemampuan menyalurkan dana secara baik, sehingga tidak terjadi dua kondisi yang berlawanan yakni idle money dan liquid.

  • Idle money merupakan suatu kondisi dimana dana di BMT terlalu banyak yang menganggur.
  • Liquid artinya kemampuan BMT dalam mengembalikan dana dalam jangka pendek, yakni kemampuan BMT untuk menyediakan dana yang cukup dalam memenuhi kebutuhan anggotanya yang akan mengambil simpanan atau deposito yang sudah jatuh tempo.

Menurut pemanfaatannya, pembiayaan BMT dapat dibagi menjadi dua:

  • Pembiayaan investasi
  • Pembiayaan modal kerja

Sedangkan menurut sifatnya, pembiayaan juga dibagi menjadi dua :

  • Pembiayaan produktif
  • Pembiayaan konsumtif

Berikut macam macam sistem pembiayaan :

Pembiayaan Modal Kerja

Penyediaan kebutuhan modal kerja dapat diterapkan dalam berbagai kondisi dan kebutuhan, karena memang produk BMT sangat banyak sehingga memungkinkan dapat memenuhi kebutuhan modal tersebut.

Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Jual Beli

Pembiayaan berdasrkan prinsip jual beli merupakan penyediaan barang modal maupun investasi untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja maupun investasi. Bagi BMT memiliki sekto riil, penyediaan barang modal dapat dipenuhi secara langsung, namun bagi yang tidak memiliki sector riil atau karena sector riil yang ada tidak mampu memnuhi kebutuhan, maka BMT dapat bekerja sama dengan supplier atau agen penyedia.

Dilihat dari cara pengambilan sistem pembiayaannya sistem pembiayaan jual beli dapat dibagi menjadi dua :

  • Jual beli bayar cicilan (bai’ muajjal / bai’ bitsaman ajil)
  • Jual bayar tangguh ( bai’ al murobahah)

Dilihat dari pemanfaatannya, sistem jual bali ini dapat dibagi menjadi :

  • Jual beli murobahah
  • Bai’ as salam
  • Bai’ al istisna
  • Ijaroh muntahi bit tamlik

Pembiayaan Dengan Prinsip Kerjasama (Partnership)

Bentuk pembiayaan kepada anggota atau nasabah BMT akan menyertakan sejumlah modal baik uang tunai maupun barang untuk meningkatkan produktivitas usaha. Sistem bagi hasil dapat diterapkan dalam bentuk pembiayaan mudhorobah maupun musyarokah.

Pembiayaan Dengan Prinsip Jasa

Pembiayaan ini disebut jasa karena pada prinsipnya dasar akadnya adalah ta’awuni atau tabru’i. yakni akad yang tujuannya tolong menolong dalam hal kebijakan. Berbagai pengembangan dari akad ta’awuni meliputi :

  • Al wakalah
  • Al kafalah
  • Al qord
  • Al hawalah
  • Ar rahm
  • Al ijaroh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: