JUJUR DALAM MENCARI ILMU


Gambar

Merahasiakan ilmu adalah dosa, tetapi sebagai pengajar tentu juga harus melihat ingkat kemampuan murid, artinya tidak semua hal bisa langsung disampaikan. Dalam menuntut ilmu perlu kesabaran bagi yang menuntut dan juga yang mengajarinya. Berfikir positif, suka memaafkan, dan selalu memperbaiki kesalah adalah solusi dalam belajar. UN seolah-olah menjadi hantu menakutkan untuk sebagian besar siswa SMP dan SMA. Kecurangan menjadi suatu tradisi yang selalu dikaitkan dengan pelaksanaan UN yang menjadi parameter keluluran. Melihat hal itu, jika parameter harus ketat dan jujur, banyak sekolah yang kualitasnya pas-pasan mendapati siswanya tidak lulus UN. Tidak sedikit oknum aparat sekolah yang berlomba untuk menaikkan nilai siswanya melalui jalan pintas yang kurang layak. Memang untuk menghentikan kecurangan yang hampir selalu ada dalam pelaksanaan UN tidak mudah. Jika kecurangn terus menerus, akan sangat merusakkan sistem pendidikan, bahkan berimbas pada mental dan akhlak murid. Nilai kejujuran dan kesederhanaan yang seharusnya ditanamkan pada anak didik sejak awal belajar di lembaga sekolah kian meluntur. Jika UN yang dilaksanakan jauh dari asas kejujuran, nilai angka yang dihasilkan hanyalah semu. UN menjadi tanpa makna untuk mengukur kualitas kelulusan.

Suasana belajar yang kondusif perlu dibuat. Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, perlu kerjasama dari berbagai pihak. Sesuatu tidak bisa dicapai secara instan. Peran guru harus bisa lebih dimaksimalkan. Tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga berbagi pengalaman belajar untuk dapat memberi gambaran keteladanan bagi siswa. Pendidikan diharapkan mampu membentuk karakter dan mental generasi muda yang membudayakan sikap mandiri, bertanggung jawab, demokratis, jujur, dan bermoral. Nilai kejujuran wajib dipertahankan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: