GAMPANGNYA JUJUR


Gambar

Untuk kaum muda, peristiwa jujur dan tidak jujur tentunya harus menjadi pelajaran berharga. Boleh jadi kejujuran sudah menjadi barang langka di negeri ini. Meskipun kejujuran itu langka, bukan berarti untuk membiasakan perilaku jujur merupakan hal yang sulit. Justru kondisi seperti itu harus menjadi tantangan bagi kita. Mulailah menyebarkan virus kejujuran dari dalam diri kita, setelah itu keluarga, lingkungan, dan pada akhirnya adalah menjujurkan bangsa dan Negara ini. Berperilaku jujur bisa diawali dengan hal-hal yang kecil. Soal penyebaran virus kejujuran di kalangan remaja, ada formula khusus yang sekarang ini sudah dikenal di hampir setiap sekolah dan instansi yaitu ‘kantin kejujuran’ warga sekolah yang ingin membeli, tinggal memasukkan uang kedalam kotak yang sudah disediakan, sesuai harga barang yang tertera. Jika ternyata uangnya sesuai dengan barang yang terjual, berarti konsep kejujuran itu berhasil diterapkan dengan baik. Memang, hidup-mati kantin ini bergantung pada kejujuran masing-masing pembeli. Dengan kejujuran kita tidak akan mengambil yang bukan hak kita.

Kebiasaan tidak jujur, biasanya dimulai dari hal kecil. Seperti halnya berbohong. Budaya berbohong yang menjamur hamper di semua lapisan masyarakt, sebenarnya tidak lepas dari lunturnya nilai-nilai moralitas dan mengendurnya semangat spiritualis pada mereka. Kalau saja semangat spiritualis masyarakat kita tidak luntur, kita yakin kejujuran di negeri ini bukan lagi menjadi barang langka. Kejujuran merupakan persoalan karakter sehingga untuk berlaku jujur dibutuhkan pembiasaan, terutama sejak kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: