SEJARAH SINGKAT DISTRO


Gambar

Bicara soal distro kita takkan lepas dari feomena band-band indie. Kira-kira sekitar tahun 1990-an di Bandung, tmubh band-band independent atau yang kerap disebut sebagai band indie.indie atau independent artinya semua proses mulai dari produksi, prmosi, distribusi, dan pemasaran album mereka lakukan sendiri tanpa tangan perusahaan mayor. Mereka yang masuk dalam kategori indie lantas disebut minor label kebalikan dari mayor label. Konsep distro lahir di sini. Lewat distrolah mereka mendistribusikan produk-produk buatan mereka. Jelas saja ini bertolak belakang dengan keinginan mayor label di mana selera pasar menjadi patokan. Karenanya mereka yang ingin tampil beda dan mengusung idealism sendiri, mayor label bukanlah tempat yang tepat bagi mereka. Mereka yang memilih indie label adalah mereka yang mebutuhkan ruang tersendiri untuk bergerak, mengekspresikan diri dengan cara mereka sendiri. Tidak diatur oleh mayor label atau mainstream. Mayor label sudah pasti memiliki kekuatan ketimbang indie label. Mayor label bagaimana pun memiliki banyak tangan dalam berbagai hal. Tak heran jika keuntungan yang didapat mereka yang bergerak di jalur indie tentu tidak sebanding dengan yang berada di bawah mayor label. Indie label sesungguhnya dilalui juga tak lain karena ada kecenderungan ingin bisa berkarya sebebas-bebasnya, tidak terikat oleh kepentingan bisnis semata seperti halnya mayor label yang notabene industry besar. Jelas mereka memiliki idealism sendiri akan cenderung bersebrangan dengan paradigm industry-industri besar. Kenyataan ini melenceng dari konteks awal yakni melawan mainstream, karena pada akhirnya indie label pun masuk ke dalam jajaran mainstream juga.

 

Dari Kaset Hingga T-Shirt

Anak muda memang tak bisa lepas dari urusan kreativitas, sepertihalnya fenomena band-band indie. Seiring berjalannya waktu, beragam produk mereka pun makin banyak diproduksi, sayangnya tempat untuk menjualnya amat terbatas. Distro merupakan kepanjangan dari Distribution Outlet. Distro memang dibangun atas idealisme sendiri, terutama dalam hal produksi. Jelas, konsep ini lebih leluasa dimainkan ketimbang konsep yang ditawarkan mayor label atau industry-industri yang cenderung protokoler, penuh aturan main, dan cenderung mengekang. Kini bisnis distro pun berkembang, tidak lagi hanya bisnis rumahan, tapi juga took-toko kecil tersebar dimana-mana. Bahkan kini distro dianggap sudah mampu menghasilkan produk-produk yang memiliki kualitas export.

 

Distro Dan Clothing Company

Istilah “Distro dan Clothing Company” Kini sudah tak asing lagi di telinga. Namun tak jarang menyamaratakan arti keduanya, padahal distro dan clothing company itu berbeda. Lantas distro yang merupakan kepanjangan dari distribution store / atau took distribusi bisa diartikan sebagai took yang khusus mendistribusikan produk dari chloting company. Distro berbeda dengan took-toko lainnya seperti factory outlet (FO) atau department store. Berbicara soal distro dan clothing company, mari sekilas kita tengok masa-masa di era 1990-an di mana saat itu tumbuh generasi baru dari desain t-shirt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: