DAMPAK MODERNISASI TERHADAP BANGUNAN BERSEJARAH LAWANG SEWU


BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Modernisasi dalam ilmu sosial merujuk pada sebuah bentuk transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan akan tercapai kehidupan masyarakat yang lebihmakmur.

Modernisasi juga dapat diartikan hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sekarang ini. Tingkat teknologi dalam membangun modernisasi betul-betul dirasakan dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, dari kota metropolitan sampai ke desa-desa terpencil.

Modernisasi berkembang dengan sejalannya waktu, yang membuat perubahan – perubahan nyata untuk menjadi lebih baik. Dengan hal tersebut tidak mungkin jika seseorang akan mau disebut ”ketinggalan zaman” karena setiap orang di era modern ini pastinya ingin terus mengikuti trend.

Di segala aspek kehidupan telah disisipi olah modernisasi mulai dari sosial, hingga pembangunan. Dalam segi pembangunan modernisasi terus memberi aktualisasinya dalam pembaharuan sebuah gedung. Jika dulu gedung-gedung tinggi belum ada, sekarang gedung-gedung tersebut telah nyata berdiri di hampir seluruh penjuru dunia. Jika bangunan tua yang dibangun sebagai sebuah tanda keberadaan masa lalu, apakah juga akan tergantikan seiring dengan modernisasi?

Sebagai contoh kita ambil sebuah bangunan bersejarah Lawang Sewu. Lawang Sewu sendiri merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak.

Sebagai sebuah bangunan bersejarah sudah sepantasnya jika sedemikian rupa dipertahankan untuk menjadi tanda sejarah yang akan menjadi kajian ilmu. Namun, jika dibiarkan tanpa diurus, bangunan bersejarah Lawang Sewu semakin tenggelam dalam modernisasi. Tidak seperti halnya gedung-gedung bersejarah lainnya yang telah berganti menjadi bangunan modern, Lawang Sewu tetap mempertahankan basicnya sebagai bangunan bersejarah.

Dari uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih lanjut tetang Bangunan Bersejarah Lawang Sewu ditengah zaman modernisasi. Maka penulis mengambil judul ”Dampak Modernisasi Terhadap Bangunan Bersejarah Lawang Sewu”.

Tujuan Penulisan    

Mengetahui keuntungan dari pembaharuan Lawang Sewu.

Mengetahui respon masyarakat terhadap pembaharuan Lawang Sewu.

Mengetahui eksistensi Lawang Sewu dalam persaingan di era modernisasi.

Rumusan Masalah  

Keuntungan apa sajakah yang muncul dari pembaharuan Lawang Sewu?

Bagaimana respon masyarakat terhadap pembaharuan Lawang Sewu?

Bagaimana eksistensi Lawang Sewu dalam persaingan di era modernisasi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: