MENUMBUHKAN SIKAP ADIL DAN BIJAKSANA


Gambar

Dalam terminology islam, “adil” biasa dimaknai dengan “meletakkan sesuatu pada tempatnya”. Adil bukanlah sama-rata sama-rasa. Keadilan adalah kemampuan seseorang dalam menyikapi sesuatu perkara sesuai dengan kondisi objektifnya.untuk mencapai kemampuan bersikap adil, seseorang dituntut untuk memiliki kemampuan yang baik dalam memahami sebuah objek. Dia harus memiliki logika berfikir yang sehat. Selain sehat berlogika, adil juga mensyaratkan sifat tanggung jawab. Orang yang tidak betanggung jawabjuga akan sulit untuk bersikap adil. Tanggung jawab inilah yang akan mendorong dirinya mengambil keputusan sesuai dengan kebenaran yang diyakininya, meskipun resikonya tinggi. Berikut beberapa hal yang mempengaruhi dalam pembentukan sifat adil.

Arah Hidup

Hidup adalah perjalanan. Sumber keadilan yang paling utama adalah arah hidup. Orang yang tidak memiliki arah hidup yang jelas akan kesulitan ketika berhadapan dengan orang yang bersebrangan dengan dirinya. Ia tidak punya keberanian untuk menanyakan kebenaran. Oleh karena itu, ia tidak bisa diharapkan untuk bersikap adil. Dengan memiliki arah hidup seseorang akan memiliki kemampuan tinggi untuk membedakan kebenaran dengan keinginan atau kehendak diri.

Tanggung Jawab

Tanggung jawab pada taraf paling rendah adalah kemampuan seseorang untuk menjalankan kewajiban karena dari dirinya, atau biasa disebut dengan panggilan jiwa. Ia mengerjakan sesuatu bukan semata-mata karena adanya aturan yang menyuruh untuk mengerjakan hal itu. Tetapi, ia merasa kalau tidak menunaikan pekerjaan tersebut dengan baik, ia merasa sesungguhnya ia tidak pantas untuk menerima apa yang selama ini menjadi haknya. Ini adalah tanggung jawab paling dasar yang biasa disebut sebagai responsibility. Diatas responsibility masih ada jenis tanggung jawab yang derajatnya lebih tinggi lagi, yaitu perceived responsibility, adalah rasa tanggung jawab seseorang atas sesesuatu yang menurut pandangan umum bukan merupakan tanggung jawabnya. Ia melakukan pekerjaan bukan semata-mata karena ia merasa telah menerima hak atas pekerjaan itu, tetapi seratus persen karena panggilan jiwa.

Sportif

Dalam menjalani interaksi sosialnya, seseorang dituntut untuk mampu mengendalikan diri ketika ia harus mengakui untuk mampu mengendalikan diri ketika ia harus mengakui keunggulan dan kemenangan berada di pihak lain. Bahkan mungkin kemenangan justru sedang berpihak pada orang yang paling tidak disukai. Namun, karena sikap sportif yang dimilikinya, ia tetap mengakui kemenangan pihak lawan, dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Sebaliknya, ketika kita menang pun akan tetap menyatakan penghargaan dan rasa hormat kepada pihak yang kalah atas kemampuan yang telah mereka kerahkan.

Sikap Hormat

Rasa hormat merupakan perwujudan dari pengakuan atas keberadaan orang lain tanpa pengakuan atas keberadaan orang lain tanpa memedulikan predikat yang melekat pada diri orang tersebut. Bahkan rasa hormat tetap diperlukan meskipun orang yang kita hormati berada di bawah kita secara predikat. Tanpa rasa hormat, seseorang akan susah untuk bisa berbuat adil.

Integritas

Dengan memiliki integritas, seseorang akan mampu bersikap dan berbuat secara bijaksana. Integritas sendiri diartikan dengan konsisten dalam memegang teguh kebenaran yang dipercayai dan mengamalkan kebenaran tersebut. Kebiasaan untuk berprilaku sesuai dengan ilmu yang dimiliki rupanya sudah merupakan hal yang langka dewasa ini. Sudah tau jika korupsi itu sebuah dosa, karena godaan harta lebih memilihnya daripada ilmunya. Inilah bukti bahwa integritas adalah sesuatu yang mahal. Maka, tak heran jika rakyat negri ini tidak kunjung menganggap para pemimpin mereka sebagai orang yang bijaksana, meskipun para pemimpin itu sudah sangat jenius dalam berbicara. Ini semua terjadi karena rakyat tidak menemukan integritas dalam diri para pemimpin tersebut. Mereka sangat fasih berbicara tentang integritas, tetapi perilaku mereka sangat jauh dari maks=na integritas itu sendiri. Kehilangan integritas telah membuat bangsa ini kerdil karena kasus korupsi. Tindakan ini dilakukan oleh orang-orang terdidik yang sebenarnya sangat mengerti tentang patriotism, juga tentang moral. Namun, keterdidikan mereka ini tidak sanggup untuk membuat mereka jauh dari perilaku korupsi. Artinya, mereka tidak memiliki integritas. Pikiran dan perkataaan mengatakan anti korupsi, tetapi perilakunya menyeruak pro korupsi. Integritas sangat terkait dengan rasa malu, ketika ilmua tidak sesuai dengan perbuatan, dan ketika tindakan telah melanggar nilai social yang ada. Perasaan malu kepada sesama manusia sangat penting untuk dimiliki. Demi integritas yang akan tertanam pada hati.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: