MEMBANGUN KEMAMPUAN MENGENDALIKAN DIRI


Gambar

Dalam pembahasan tentang pengendalian diri, para ilmuwan barat memasukkan sabar dan syukur sebagai salah satu elemen penyangga di dalamnya. Seolah-olah mereka mengartikan bahwa itulah inti dari pengendalian diri. Demikian juga dalam filosofi islam, islam mengajarkan bahwa jika seseorang telah akrab dengan dua sifat ini, derajat orang tersebut dikatakan sebagai ahli surga. Dengan demikian seperti ada kesepakatan antara seluruh dunia untuk mengatakan bahwa kunci pengendalian diri adalah sabar dan syukur. Beberapa tindakan yang bisa dilatihkan untuk menumbuhkan kemampuan mengendalikan diri sebagai berikut.

Jauhi “Sumpah Serapah”

Sumpah serapah adalah bukti ketidakmampuan seorang dalam mengendalikan diri. Hal ini sebenarnya sama dengan amukan yang biasanya muncul ketika orang marah. Dalam konteks pengendalian diri, pengungkapan rasa kesal dan marah dalam bentuk apa pun tidak diperkenankan. Ilmuwan menyarankan penyaluran amarah seperti mengalihkan amarah pada benda lain seperti tembok untuk ditinju, hp untuk dibanting, dll. Menyalurkan amarah seperti ini dilandasi oleh pemahaman bahwa jika seseorang sering menahan amarah, ia akan berpotensi terserang beragam penyakit berat seperti jantung, darah tinggi, stroke, dan lain-lain. Dari asumsi ini, kemudian disimpulkan bahwa marah tidak boleh ditahan begitu saja. Kekuatan tubuh seseorang sangat terbatas untuk sesalu menahan dan meredam marah. Jika amarah itu telah melampaui ambang batasnya, fisiknya juga akan terkena efeknya. Oleh karena itu, amarah harus disalurkan dengan kata-kata atau tindakan. Itulah pendapat mereka.  Dan itu sah asalkan pada tempat yang tepat. Jika perwujudan dari sifat baik yang lain rata-rata justru harus diungkapkan melalui ucapan maupuntindakan, tetapi untuk perwujudan pengendalian diri, sifat ini adalah sebaliknya dengan cara menahan supaya tidak ada manifestasi dari amarah. Diam adalah perintah untuk dilakukan oleh orang yang sedang marah. Karena jika amarah diluapkan dihadapan orang yang di amarahi, akan terjadi perpecahan diantaranya.

Terapkan “Hari Bebas Keluhan”

Jika kita mau jujur menghitung lebih banyak mana keluhan atau pujian syukur yang keluar dari mulut dan pikiran kita dalam satu hari, tentu kita akan menemukan betapa jauh perbedaan jumlahnya. Dalam survey yang dilakukan perbandingan antara keluhan dan syukur adalah 90% banding 10%. Hal ini sangat mungkin terjadi. Sejak kita membuka mata pada pagi hari, kita sudah mengeluh karena kantuk. Mau ke kamarmandi mengeluh karena dingin, hingga akan tidur kembali seharian hanya mengeluh.

Bacalah Fenomena Sekitar

Langkah ini bertujuan untuk menumbuhkan empati. Dengan diberi kesempatan untuk melihat fenomena sekitar.

Budayakan Suka Berbagi

Diantara perwujudan pengendalian diri adalah kemampuan berbagi dengan orang lain. Kemampuan berbagi adalah symbol dari pengendalian atas nafsu yang ingin menguasai diri. Juga pengendalian atas nafsu ingin mengejar kepuasan tanpa batas.

Sabar Dalam Antrian

Antrian adalah media termudah untuk mempraktikkan pengendalian diri.

Membuat Jadwal Harian

Membuat jadwal harian juga merupakan media paling efektif dalam menumbuhkan kemampuan pengendalian diri. Jadwal adalah keteraturan tidak akan lahir tanpa kemauan untuk mengendalikan diri. Sebab, aturan adalah kendali.

 

One Comment

Add yours →

  1. Kendeka Pulau Tidung Juli 19, 2013 — 3:34 am

    Intinya harus tahu dirilah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: